Pages

Jumat, 21 Desember 2012

MAKALAH SEL, JARINGAN, DAN SISTEM JARINGAN


            SEL, JARINGAN, DAN SISTEM JARINGAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang
Dewasa ini ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan diiringi juga teknologi yang semakin maju. Begitu juga dengan ilmu Biologi khususnya Botani atau Ilmu tentang tumbuhan. Banyak penelitian-penelitian yang dilakukan dalam disiplin ilmu ini, diantaranya penemuan tentang sel atau Sitologi oleh Robert Hooke.
Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Kemudian sel yang memiliki bentuk  dan fungsi yang sama membentuk suatu kumpulan yang dinamakan jaringan. Dan jaringan yang memiliki hubungan yang sama satu dengan yang lain, membentuk suatu sistem jaringan.
Dari penelitian-penelitian tentang sel, jaringan dan sistem jaringan tersebut, muncul beberapa pertanyaan seperti apa itu sel, jaringan dan sistem jaringan? Pertanyaan tersebutyang menjadi dasar penulis untuk membuat suatu penjelasan tentang sel, jaringan dan sistem jaringan.

1.2       Rumusan masalah
1.2.1    Bagaimana struktur tubuh tumbuhan dan apa saja sel-sel penyusunnya?
1.2.2    Apa jaringan tumbuhan itu dan apa saja jenis jaringan pada tumbuhan?
1.2.3    Apa yang dimaksud dengan sistem jaringan?

1.3       Tujuan
1.3.1    Mengetahui struktur tubuh tumbuhan dan sel-sel penyusunnya.
1.3.2    Mengetahui apa jaringan dan jenis jaringan pada tumbuhan.
1.3.3    Mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem jaringan.


1.4              Manfaat
1.4.1        Menumbuhkan minat seseorang untuk mau belajar tentang sel, jaringan dan sistem jaringan.
1.4.2        Memberikan pengetahuan dan dasar-dasar ilmu tentang sel, jaringan dan sistem jaringan.
1.4.3        Meningkatkan aktivitas mahasiswa dalam kegiatan belajar.

BAB II Pembahasan
2.1       Sel
Sel adalah unit yang berstruktur dan berfungsi dalam semua organisma hidup. Sel merupakan unit terkecil dalam satu organisma yang diklasifikasikan sebagai hidup, dan adalah sering dipanggil blok binaan hidup. “cell” berasal dari bahasa Latin “cellula” yang berarti sebuah bilik kecil. Hal ini dikemukakan oleh Robert Hooke dalam sebuah buku dia bercetak pada 1665 . Sel merupakan unit dasar kehidupan. Setiap organisme tersusun atas sel, suatu ruangan kecil yang dikelilingi oleh membran dan airan/larutan pekat. Sel mengandung 4 molekul utama :
  • Gula senyawa makanan sel.
  • Asam lemak komponen dari membran sel.
  • Asam amino merupakan subunit dari protein.
  • Nukleotida merupakan subunit dari DNA dan RNA.
2.1.1  Karakteristik Sel Tumbuhan
a.  Dinding sel
  • Sel tumbuhan mensekresikan dinding sel, meperkuat sel serta berfungsi sebagai pelindung sel.
  • Dinding sel dapat tumbuh apabila masih memiliki kontak dengan protoplas.
  • Komponen dinding sel :
  • Mikrofibril selulosa
  • Matriks non selulosa > senyawa peptin, hemiselulosa, lignin dan protein
  • Sitesis mikrofibil selulosa dilakukan oleh enzim berbentuk roset yang terdapat plasmalema.
b.  Dinding sel primer
  • Dinding yang pertamakali dibentuk pada sel yang baru.
  • Terbentuk pada sel yang sedang aktif  tumbuh.
c.  Lamela tengah
  • Merekatkan satu sel dengan sel lain.
  • Berada diantara dinding sel primer yang saling berdekatan.
  • Terdiri atas senyawa pektin.
d.  Dinding sel sekunder
  • Terbentuk pada bagian sebelah dalam dari didinding primer.
  • Terbentuk pada sel atau bagian sel, yang telah berhenti tumbuh.
  • Dinding sekunder berkembang dipermukaan dalam dari dinding primer, tersusun atas mikrofibril selulosa, hemi seluosa, lignin, suberin, kutin, tanin dan garam-garam anorganik.
e.  Membran Plasma/Sel (plasmanema)
  • Pembatas sel maupun organel didalam sel.
  • Melingkupi sel, inti, dan organel.
  • Pembatas yang bersifat selektif permeabel fungsinya untuk mencegah pertukaran molekul dari satu sisi kebagian lainnya secara bebas.
  • Memberikan respon terhadap rangsangan luar.
  • Interaksi interselular.
  • Membran plasma memperantarai interaksi antar sel dalam organisme multiselular.
f.  Sitoplasma
  • Bagian dari protoplas.
  • Senyawa yang kental, komponen utama : air (85-90%).
  • Aliran sitoplasma : rotasi dan sirkulasi.
  • Sitoskeleton.
  1. memegang organel
  2. tersusun atas filamen protein
2.1.2    Organel sel
a.  Mitokondria
  • Panjang rata-rata 3 – 4 µm, diameter rata-rata 0,5 – 2,0 µm.
  • Jumlah mitokondria di dalam sel rata-rata 200 – 300 mitokondria.
  • Peran dan fungsi mitokondria :
  1. Sebagai organel yang menghasilkan energi selama proses respirasi pada siklus crebs  dan transport electron yang menghasilkan ATP.
  2. Mengakumulasikan ion-ion seperti Ca2++ dan Fe3++.
  3. Menyimpan lemak dan lipids, vitamin C, vitamin A, dan karotinoid.
  4. Berperan penting dalam sintesis dari struktur protein.
  5. 5.       Memfasilitasi transportasi antara nucleus dan sitoplasma.
b.  Plastida
  1. Plastida terbagi ke dalam 3 type, yaitu:
i.            Leukoplas atau leukoplastida,
  • Merupakan plastida yang tak berpigmen dan hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.
  • Leukoplas terbagi menjadi tiga type, yaitu:
  • Amiloplas (penyimpan pati, pada umbi, kotiledon, dan endosperm)
  • Elaioplas (penyimpan lemak dan minyak, pada biji atau benih)
  • Proteinoplas atau aleuroplas (penyimpan lemak dan protein, pada biji tanaman castor, kacang brazil)
ii.            Kromoplas atau kromoplastida
  • Merupakan plastida yang mengandung pigmen beberapa warna.
  • Kromoplas terbagi menjadi tiga type, yaitu;
  • Phacoplas: mengandung pigmen fucoxanthin (berwarna coklat).
  • Rhodoplas: mengandung pigmen phycoerythrin (berwarna merah).
  • Kromotophores: terdapat pada bakteri dan alga biru hijau. Pada alga biru hijau mengandung pigmen phycocyanin, phycoerythrin, kloropil, dan karotinoid.
    Pada bakteri mengandung pigmen bakteriokloropil dan bakterioviridin (ditemukan pada bakteri fotosintetik).
iii.            Kloroplas atau kloroplastida.
Merupakan plastida yang paling penting pada semua tumbuhan, kecuali fungi, bakteri, dan tumbuhan parasitik. Di dalam tumbuhan, kloroplas tersebar di jaringan mesofil daun dan diklorenkim, juga ditemukan pada sitoplasma alga.
  • Ukuran kloroplas bervariasi dengan diameter rata-rata 4 – 6 µm dan panjang antara 80 – 100 µm.
  • Jumlah kloroplas secara normal adalah 20 – 50 di dalam sel tumbuhan, tapi pada alga hanya ada satu kloroplas.
  • Fungsi kloroplas: berperan dalam proses fotosintesis.

  1. Retikulum Endosplasma (RE)
  • Ditemukan hampir diseluruh sel eukariotik, tapi tidak ditemukan pada sel prokariotik.
  • Fungsi RE, yaitu :
  1. Mendukung dari supplement mekanik dari struktur koloid dari sitoplasma.
  2. Membantu pertukaran material antara nucleus dan sitoplasma.
  3. Membantu dalam sintesa dan penyimpanan lipid, kolesterol, dan glikogen.
    1. Salah satu bagian yang dilewati dari rute perjalanan RNA dari nucleus ke luar sel,   yaitu; dari membrane nuclear terus ke pori nuclear terus ke RE terus ke Badan golgi terus ke membrane plasma sampai akhirnya keluar sel.

  1. d.   Badan golgi
  • Jumlah badan golgi secara normal terdapat satu badan golgi pada setiap sel.
  • Fungsi badan golgi, yaitu :
  1. Berperan dalam sintesis polysakarida,
2. Berperan dalam formasi sel dengan cara mentransfer polysakarida yang dibentuk di badan golgi ke daerah sel yang baru pada saat sel masih dalam pertumbuhan,
  1. Berperan dalam formasi pigmen, seperti pigmen melanin.

  1. e.   Ribosom
  • Merupakan organel sel yg paling kecil dengan ukuran 150 – 250 Å.
  • Di dalam setiap sel terdapat ± 20.000 – 30.000 ribosom.
  • Fungsi ribosom adalah berperan dalam sintesa protein.

f.    Sentrosoma
  • Pada sel prokaryotic tidak terdapat sentrosoma.
  • Fungsi sentrosoma adalah membentuk benang-benang kromatin yang akan menarik pasangan kromosom kea rah kutub sel.
  1. Nukleus (Inti Sel)
  • Terdapat pada semua jenis sel, kecuali pada bakteri dan alga biru hijau.
  • Secara umum berbentuk ellips.
  • Mempunyai diameter rata-rata 5 – 25 µm.
  • Fungsi nukleus, yaitu sebagai pengatur pada sintesa protein dan mengatur pertumbuhan dan reproduksi tumbuhan.

Gambar a
2.2       JARINGAN
Jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel yang mempunyai kemampuan totipotensi.jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang mempunyai kemampuan membelah, memanjang dan diferensiasinya tak terbatas. Tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan.
2.2.1  Jaringan tumbuhan berdasarkan sifat sel penyusunnya
Jaringan tumbuhan berdasarkan sifat sel penyusunnya dapat dibagi  menjadi 2 macam yaitu :
a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah dan jaringan ini relatif sangat muda, sitoplasmanya penuh, mempunyai kemampuan totipotensi yang tinggi karena kemampuan membentuk jaringan yang lain berupa jaringan dewasa. Berdasarkan asal jaringan meristem dapat dibagi 2 macam :
  1. 1.      Jaringan Meristem Primer



Gambar b
Jaringan meristem primer adalah jaringan yang ditemukan pada daerah ujung pertumbuhan-pertumbuhan primer, ciri-ciri jaringan meristem primer adalah :
  1. Jaringan meristem ini pada tumbuhan pada bagian organ yang paling muda.
  2. Merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrional atau tunas / lembaga.
  3. Mempunyai kemampuan untuk membelah, memanjang, dan berdefrensiasi serta specialisasi membentuk jaringan yang dewasa.
  4. Jaringan ini cenderung menghasilkan hormon auksin sehingga membuat terjadinya pembelahan yang terus menerus kearah memanjang.
  5. Letak Jaringan ini di ujung batang, ujung akar yang kemudian dikenal dengan meristem apikal yang mengarah je dominansi apikal.
  6. Pertumbuhan jaringan meristem primer ini sering disebut pertumbuhan primer.
  7. Jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang bukan melebar.
  8. Berbentuk kubus.
  9. Berdinding tipis.
  10. Protoplas penuh.
  11. 2.      Jaringan Meristem Sekunder



Gambar c
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer yang melakukan diferensiasi dan spesialisasi. Ciri-ciri jaringan meristem sekunder adalah:
  1. Merupakan jaringan dewasa namun mempunyai kemampuan totipotensi lagi.
  2. Jaringan ini berada di bagian tengah dari organ untuk melakukan pembentukan jaringan yang berbeda dari yang sebelumnya.
  3. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.
  4. Pertumbuhannya kearah membesar sehingga menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.
  5. Contoh jaringan meristem sekunder yaitu kambium.Kambium debedakan menjadi kambium pembuluh (kambium Vaskular) yang menghasilkan kayu untuk penguat tumbuhan, menghasilkan kulit kayu atau kulit batang untuk pelindung dan kambium gabus (fallogen) yang menghasilkan lapisan tumbuhan yang dinamakan gabus, kambium ini terdapat pada jaringan terluar jaringan korteks.

2.2.2              Berdasarkan letaknya jaringan meristem
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu :
  1. Meristem apikal
Meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
  1. Meristem interkalar (meristem antara)
Meristem interkalar terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
  1. Meristem lateral(meristem samping)
Meristem lateral adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan sekunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.
  1. d.         Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti melakukan totipotensi, jaringan ini hanya membelah tetapi tidak melakukan diferensiasi membentuk jaringan lain. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
  • Jaringan Epidermis





Gambar d
  • Ø Karakteristik jaringan Epidermis :
  1. Jaringan yang letaknya paling luar.
  2. Dihasilkan dari protoderm.
  3. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel.
  4. Tidak mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata.
  5. Bentuk sel jaringan epidermis seperti balok.
  6. Dapat berupa sel mati saat dewasa.
  7. Mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai dengan fungsinya.
  8. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar, dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis.
  • Modifikasi Epidermis
Epidermis bisa membentuk aneka ragam bentuk menyesuaikan perannya di organ tempat keberadaan epidermis:
  1. Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
  2. Trichoma, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan penguapan air.
  3. Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah.
  4. Jaringan Parenkim
Parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi. Jaringan ini digunakan oleh tumbuhan untuk menyimpan karbohidrat non-struktural dan air. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah, dan endosperm.




Gambar e
  • Ciri – ciri jaringan parenkim :
  1. Sel hidup atau merismatik.
  2. Dinding tipis dan noktahsederhana.
  3. Bentukselbulat, persegi, dan panjang.
  4. Terdapatruangantarsel.
  5. Ada yang berisi klorofil pada jaringan palisade.
  6. Di jumpai pada empulur, korteks, mesofildaun, xylem dan floem.
  7. f.          Jaringan Penguat ( Jaringan Penyokong)
Jaringan penguat terdiri dari dua jaringan yaitu :
a.  Jaringan Kolenkim
Kolenkim terdiri dari sel–sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada dinding sel primer disudut sudut sel secara tidak menyeluruh. Umumnya terletak pada bagian periferal batang dan beberapa bagian daun.
Ciri –ciri :
  1. Sel hidup atau merismatik.
  2. Dinding sel ada penebalan primer atau tak berlignin.
  3. Ulet dan plastis.
  4. Tidak terdapat ruang antar sel.
  5. Banyak dijumpai pada cabang yang masih muda.
  6. Juga tepat dibawah epidermis.




Gambar f

  1. Jaringan Sklerenkim



Gambar g
Jaringan sklerenkim adalah Jaringan dasar sederhana yang merupakan penguat organ tumbuhandewasa. Ciri-ciri sklerenkim:
  1. Penebalan lignin terletak pada dinding sel primer dan sekunder dan dinding menjadi sangat tebal.
  2. Hanya ada sedikit ruang untuk protoplas yang nantinya hilang jika sel dewasa (gambar jaringan sklerenkim).
  3. Sel – sel yang terdiri dari jaringan sklerenkim mungkin terbagi menjadi 2 tipe: serat (fibre) atau sklereid.
  4. Serat atau fibre biasanya memanjang dengan dinding berujung meruncing pada penampang membujur (longitudinal section; L.S.),
  5. sedangkan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
  6. Terdapat pada bagian keras buah dan biji. Bagian bergerigi pada buah pir disebabkan oleh sel – sel batu (stone cell, sklereid).
  7. Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
  8. Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras.
  9. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid
1. Serat
  1. Selmati.
  2. Dinding tebal dan penebalan sekunder atau berlignin.
  3. Sel berukuran panjang dan ramping.
  4. Lebih sering ditemukan pada jaringan pembuluh.
  5. Berdasarkan letaknya serat dapat dibedakan menjadi dua yaitu serat xilem yang terletak diantara sel-sel xilem dan serat silar yang terdapat diluar xilem.
2. Seklereid :
  1. Selmati.
  2. Dinding sangat tebal dan berlignin.
  3. Bentuktunggal (butiranpasir).
  4. Bercabang banyak (tempurungkelapa).
  5. Sklereid debedakan menjadi lima macam yaitu :
    1. Brakisklereid  : berbentuk isodiametris atau agak memanjang.
    2. Makrosklereid: berbrntuk batang memanjang.
    3. Aoteosklereid : berbentuk tulang, bagian ujung sel yang agak menggelmbung.
    4. Astrosklereid: bercabang-cabang seringkali berbentuk bintang.
    5. Trikosklereid : berbentuk panjang seperti serat dan ada kalanya bercabang.
    6. 3.      Jaringan Pengangkut





Gambar h
  1. Karakteristik jaringan pengangkut :
    1. Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan vaskular.
    2. Disebut jaringan vaskular karena sarana transportasi atau pengangkutannya berupa pembuluh pembuluh (vasculer).
    3. Pembuluh (vasculer) itu untuk membawa air dan larutan ke seluruh tanaman.
    4. Floem dan xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem berdinding tipis yang disebut kambium.
    5. Unsur Penyusun Jaringan Pembuluh :
      1. Xylem
Yang merupakan karakteristik sel – sel xylem adalah berkas pengangkut dan trakeid yang memiliki dinding sel tebal mengandung lignin dan merupakan pengangkut air. Trakeid berbentuk memanjang, serupa dengan serat tapi berdiameter lebih besar. Pada penampang melintang berkas pengangkut tampak besar dan bulat pada jaringan xylem. Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Trakeid dan Trakea
Trakea dianggap berasal dari trakeid. Keduanya dalam keadaan dewasa berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder terdiri dari lignin dan tidak mengandung kloroplas. Perbedaan pokok antara keduanya adalah bahwa pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang) sedangkan pada trakea ujung-ujungnya penuh lubang-lubang. Transpor air dan zat hara dalam trakea dapat berlangsung antara sel yang satu dengan sel lain secara bebas lewar perforasi, sedangkan dalam trakeid peristiwa itu berlangsung lewat noktah antara sel-selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian sehingga merupakan deretan memanjang (ujung bertemu ujung) dan perforasi pada ujung sel itu sangat sempurna atau bahkan dinding selnya hilang sehingga membentuk pipa panjang. Setelah terbentuk pipa ini, dinding yang tidak mengalami perfoasi mengadakan penebalan sekunder. Bentuk penebalan tersebut dapat seperti cincin, spiral atau jala. Tidak selalu ketiga bentuk itu dapat dijumpai pada tumbuhan yang sama
  1. Serabut Xilem
Serabut ini strukturnya serupa serabut sklerenkim meskipun asalnya dari trakeid yang berdiferensiasi lebih lanjut dengan dinding yang tebal dan noktah sederhana. Serabut dan trakeid saling melekat sehingga sulit dipisahkan, tetapi umunya sel serabut lebih panjang dari trakeid karena ujungnya yang runcing dapat masuk di antara sel-sel sewaktu memanjang. Serabut xilem ini terlihat jelas pada xilem yang unsurnya terdiri dari trakeid dan trakea, sedang xilem yang hanya terdiri dari trakeid, serabut itu tidak jelas adanya.
  1. Parenkim Xilem
Seperti halnya parenkim di tempat lain, sel-sel ini merupakan sel hidup, terdapat baik pada xilem primer maupun sekunder. Pada xilem sekunder, parenkim itu berasal dari kambium yang berbentuk fusiform atau bentuk sel jari-jari, sehingga diperoleh sel-sel yang sumbu panjangnya mengikuti arah jari-jari organ. Sel-sel parenkim ini mengandung berbagai senyawa umumnya tepung atau lipid, karena parenkim berfungsi sebagai penimbun cadangan makanan.
  1. Floem

Floem atau pembuluh tapis adalah komponen utama pada jaringan pengangkut yang ada pada tumbuhan. Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Jaringan Floem terdapat pada bagian kulit kayu. Jaringan Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Pembuluh terdiri dari dua bentuk yaitu sel tapisan yaitu sel tunggal dan membentuk memanjang dengan bidang tapisan yang terletak di samping atau ujung sel. Dan buluh tapisan yang berupa berkas-berkas sel memanjang yang masing-masing merupakan bagian dari buluh itu dan dihubungkan oleh satu atau lebih tapisan, biasanya terletak di ujung sel. Dinding sel pembuluh adalah selulosa dan tidakj pernah dijumpai penebalan lignin.
  2. Sel-sel pengiringAdalah sel-sel pembuluh yang diikuti oleh sel parenkim khusus. Sel pengiring tetap mempunyai nucleus pada waktu dewasa. Tidak dijumpai pada Gymnospermae dan Pterydophyta
  3. Parenkim floemSecara fungsional sel parenkim ini  berintegrasi dengan sel pengiring. Bentuk selnya memanjang dan sumbu panjangnya sejajar dengan sumbu berkas pengangkut. Pada saat floem aktif, sel parenkim tidak mengalami penebalan dinding. Kemudian bila floem tidak berfungsi maka parenkim ini akan berubah menjadi skelrenkim atau felogen
  4. SerabutSerabut ini membentuk dinding sekunder setelah selesai pertumbuhan memanjangnya. Umumnya penebalan ini berupa lignin atau selulosa.


3. Berkas Pengangkut
Merupakan cirri khas dari jaringan pengangkut. Tipe-tipe berkas pengangkut:
a. Kolateral dimana xylem dan floem letaknya saling berdampingan, umunya floem di sebelah luar xylem - Kolateral tertutup: bila xylem dan floem berdampingan langsung dan berkas itu dikelilingi oleh serabut -  Kolateral terbuka: bila xylem dan floem terdapat cambium.
  1. Bikolateral dimana mempunyai urutan floem dalam, xylem, cambium dan floem luar. Contoh: batang Curcubitacea.
  2. Konsentris dimana xylem membungkus floem atau sebaliknya
    - Konsentris amfibikral: bila floem mengelilingi xylem. Contoh: batang Pterydophyta – Konsentris amfifasal: bila xylem mengelilingi floem. Contoh: batang Aloe vera.
d. Radial jika xylem dan floem tidak membentuk suatu berkas karena dipisahkan oleh jaringan dasar.
5. Jaringan Gabus






Gambar i
Jaringan gabus adalah jaringan yang berfungsi untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.
2.3 SISTEM JARINGAN
Sistem jaringan adalah sekumpulan jaringan yang bekerja pada satu organ dan organ itu akan menyusun suatu tubuh tumbuhan. Pada dasarnya sistem jaringan terdiri dari jaringan dewasa.
2.3.1 Jaringan Dermal
a. Lapisan Epidermis
Fungsi jaringan epidermis antara lain :
  1. Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya
  2. Tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda, bisa kemasukan air karena osmosis.
  3. Peresap air dan mineral pada akar yang muda.
  4. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
  5. Untuk penguapan air yang berlebihan. Bisa melalui evaporasi atau gutasi.
  6. Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus.
b. Periderm atau lapisan gabus
Periderm berfungsi untuk melindungi bagian dalam tumbuhan yang berada dilapisan bawahnya.
2.3.2  Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh terdiri dari xilem, floem dan berkas pembuluh yang berfungsi sebagai sistem trnasport pada tumbuhan.

2.3.3 Jaringan dasar atau Pengisi
Jaringan dasar terdiri dari parenkim, kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai jaringan pengisi tubuh tumbuhan.








BAB III PENUTUP
3.1       Simpulan
3.1.1 Sel adalah unit yang berstruktur dan berfungsi dalam semua organisma hidup.sel sangat penting dalam aspek kehidupan.sebuah sel terdiri dari struktur sebagai berikut: dinding sel, sitoplasma, inti/nukleus. Sel juga`memiliki organel yang meliputi : Mitokondria, Retikulum endoplasma, Ribosom, Kloroplas, Badan Golgi, dan Sentrosom.
3.1.2 Jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel yang mempunyai kemampuan totipotensi. Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa.
3.1.3 Sistem jaringan adalah sekumpulan jaringan yang bekerja pada satu organ dan organ itu akan menyusun suatu tubuh tumbuhan. Sistem jaringan terdiri dari jaringan dermal, jaringan dasar dan jaringan pembuluh.
3.2       Saran
Semoga makalah yang kami buat dapat memberikan informasi dan memperluas wawasan pengetahuan dalam ilmu botani mengenai sel, jaringan dan sistem jaringan.
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, seperti pepatah “Tak ada gading yang tak retak”. Oleh karenanya,kami mengharapkan saran dan masukan dari saudara agar makalah ini menjadi jauh lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://ahmadpuriteknik.blogspot.com//pdf/makalah-sel-jaringan-dan-sistem-jaringan.html
Junaidi,wawan.2010.ciri-ciri jaringan meristem.dalam http://ahmadpuriteknik.blogspot.com//2012/12/ciri-ciri-jaringan-meristem.html
Doelah.2012. xylem dan floem.dalam http://ahmadpuriteknik.blogspot.com//2012/09/xylem-dan-floem.html
Syahid, Abdul.2010.Botani umum: Sel Tumbuhan (Sejarah, bentuk, ukuran, type, dan bagian-bagian sel tumbuhan.dalam http://4shared.com/sel-tumbuhan.html
Campbell, N.A, J.B. Reece, L.G. Mitchell.2002.Biologi.Jakarta:Erlangga

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

Code CBox milik sampeyan
Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

About